Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, January 19, 2009

Mana Ciuman Untukku?

Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam
hari dalam seminggu, dan sering kali sudah lelah saat pulang dari
kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga mereka,
memasak, mencuci dan mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya.
Mereka keluarga baik-baik dan hidup mereka nyaman. Hanya ada satu
kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.

Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah
temannya, Debbie, untuk pertama kalinya. Ketika waktu tidur tiba, ibu
Debbie mengantar dua anak itu ketempat tidur dam memberikan ciuman
selamat malam pada mereka berdua.
"Ibu sayang padamu," kata ibu Debbie.
"Aku juga sayang Ibu," gumam Debbie.
Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang
memberikan ciuman apa pun padanya.. Juga tak ada yang pernah
mengatakan menyayanginya. Sepanjang malam ia berbaring sambil
berpikir, Mestinya memang seperti itu .
Ketika ia pulang, orangtuanya tampak senang melihatnya.
"Kau senang di rumah Debbie?" tanya ibunya.
"Rumah ini sepi sekali tanpa kau," kata ayahnya.
Cindy tidak menjawab. Ia lari ke kamarnya. Ia benci pada orangtuanya.
Kenapa mereka tak pernah menciumnya? Kenapa mereka tak pernah
memeluknya atau mengatakan menyayanginya ? Apa mereka tidak
menyayanginya? .

Ingin rasanya ia lari dari rumah, dan tinggal bersama ibu Debbie.
Mungkin ada kekeliruan, dan orangtuanya ini bukanlah orang tua
kandungnya. Mungkin ibunya yang asli adalah ibu Debbie.

Malam itu, sebelum tidur, ia mendatangi orangtuanya.
"Selamat malam" katanya. Ayahnya,yang sedang membaca koran, menoleh.
"Selamat malam" sahut ayahnya.
Ibu Cindy meletakkan jahitannya dan tersenyum. "Selamat malam, Cindy."
Tak ada yang bergerak. Cindy tidak tahan lagi.
"Kenapa aku tidak pernah diberi ciuman?" tanyanya.
Ibunya tampak bingung. "Yah," katanya terbata-bata, "sebab... Ibu
rasanya karena tidak ada yang pernah mencium Ibu waktu waktu Ibu masih
kecil. Itu saja."

Cindy menangis sampai tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah.
Akhirnya ia memutuskan untuk kabur. ia akan pergi kerumah
Debbie dan tinggal bersama mereka. Ia tidak akan pernah kembali kepada
orangtuanya yang tidak pernah menyayanginya.
Ia mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah
Debbie, ia tidak berani masuk. Ia merasa takkan ada yang
mempercayainya. Ia takkan diizinkan tinggal bersama orangtua Debbie.
Maka ia membatalkan rencananya dan pergi.
Segalanya terasa kosong dan tidak menyenangkan. Ia takkan pernah
mempunyai keluarga seperti keluarga Debbie. Ia terjebak selamanya
bersama orangtua yang paling buruk dan paling tak punya rasa sayang di
dunia ini.
Cindy tidak langsung pulang, tapi pergi ke taman dan duduk di bangku.
Ia duduk lama, sambil berpikir, hingga hari gelap. Sekonyong-konyong
ia mendapat gagasan. Rencananya pasti berhasil . Ia akan membuatnya
berhasil.

Ketika ia masuk kerumahnya, ayahnya sedang menelpon. sang ayah
langsung menutup telepon. ibunya sedang duduk dengan ekspresi cemas.
Begitu Cindy masuk, ibunya berseru," Dari mana saja kau? Kami cemas
sekali!".

Cindy tidak menjawab, melainkan menghampiri ibunya dan memberikan
ciuman di pipi, sambil berkata,"Aku sayang padamu, Bu." Ibunya sangat
terperanjat, hingga tak bisa bicara. Lalu Cindy menghampiri ayahnya
dan memeluknya sambil berkata,"Selamat malam, Yah. Aku sayang
padamu,"
Lalu ia pergi tidur, meninggalkan kedua orangtunya yang
terperangah di dapur.
Keesokan paginya, ketika turun untuk sarapan, ia memberikan ciuman
lagi pada ayah dan ibunya. Di halte bus, ia berjingkat dan mengecup
ibunya.
"Hai, Bu," katanya. "Aku sayang padamu."
Itulah yang dilakukan Cindy setiap hari selama setiap minggu dan
setiap bulan. Kadang-kadang orangtuanya menarik diri darinya dengan
kaku dan canggung. Kadang-kadang mereka hanya tertawa. Tapi mereka
tak pernah membalas ciumannya. Namun Cindy tidak putus asa. Ia telah
membuat rencana, dan ia menjalaninya dengan konsisten. Lalu suatu
malam ia lupa mencium ibunya sebelum tidur. Tak lama kemudian, pintu
kamarnya terbuka dan ibunya masuk.
"Mana ciuman untukku ?" tanya ibunya, pura-pura marah.
Cindy duduk tegak. "Oh, aku lupa," sahutnya. Lalu ia mencium ibunya.
"Aku sayang padalmu, Bu." Kemudian ia berbaring lagi.
"Selamat malam," katanya, lalu memejamkan mata. Tapi ibunya tidak
segera keluar. Akhirnya ibunya berkata. "Aku juga sayang padamu."
Setelah itu ibunya membungkuk dan mengecup pipi Cindy."Dan jangan
pernah lupa menciumku lagi,"
katanya dengan nada dibuat tegas.
Cindy tertawa. "Baiklah," katanya. Dan ia memang tak pernah lupa lagi.

Bertahun-tahun kemudian, Cindy mempunyai anak sendiri, dan ia selalu
memberikan ciuman pada bayi itu, sampai katanya pipi mungil bayinya
menjadi merah.
Dan setiap kali ia pulang kerumah, yang pertama dikatakan ibunya
adalah, "Mana ciuman untukku?" Dan kalau sudah waktunya Cindy pulang,
ibunya akan berkata, "Aku sayang padamu. Kau tahu itu, bukan?"
"Ya, Bu,"
kata Cindy. "Sejak dulu aku sudah tahu."


Sumber dari Chicken Soup For the Kid's Soul



"Bila kita ingin mengubah sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari
dan ingin agar orang lain melakukannya pada diri kita sendiri, Lakukan
& mulailah dari diri kita sendiri. Jangan putus asa!!!"

* Bila jadi orangtua kelak, untuk menunjukkan kasih sayang kepadanya,
"Cium dan Peluklah".

Wednesday, November 26, 2008

sebuah kisah anonim...

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit.
Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami.

Kami bertengkar karena hal-hal kecil.
Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor.
Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen.
Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku.
Aku bangun dengan perasaan kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan.

Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan.

Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal!
Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.

Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga.
Sempat aku berhenti dihadapannya dan memandang wajahnya.
"Ia sungguh cantik" kataku dalam hati,
"Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik".
Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.

Aku langsung masuk ke kamar.
Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku.
Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu.
Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya.
Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.

14 Februari 1996.
Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.


Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.

6 September 2001.
Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.


Jantungku serasa mau berhenti...

23 Oktober 2001.
Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan?
Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.


Jantungku benar-benar mau berhenti.

Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.
Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena
kejenuhanku.
Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen.
Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

4 Januari 2002.
Aku dihampiri wanita bernama Melly.
Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya.
Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.


Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu?
Ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya.
Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya.

Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.

14 Februari 2002.
Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6.
Tuhan apa yang harus kulakukan?
Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

14 Februari 2003.
Hari minggu yang luar biasa!!
Aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto.
Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005.
Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga.
Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya.
Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

7 April 2006.
Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama.

Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent,
aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi.
Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku,
aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.


Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya.
Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini.
Tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 November 2007.
Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu.
Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.


Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah
hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.

Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya.
Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat.

Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun.

"Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun."

Monday, May 05, 2008

Catatan "anggota keluarga" yang terbuang...

Seorang pria di Grand Rapids, Michigan membuat iklan 1 halaman penuh
seharga $7000 untuk menulis essay ini kepada orang-orang di daerahnya.

Ketika saya masih kecil, saya menghibur kamu dengan keunikanku dan
membuatmu tertawa. Kamu memanggilku anakku, dan tanpa menghiraukan
jumlah sepatu yang aku gigit dan beberapa bantal yang rusak, aku
menjadi sahabatmu. Ketika aku "nakal", kamu menggerakan jarimu dan
bertanya "Kenapa kamu bisa begitu ?" Namun kemudian kamu akan melunak
dan memberiku usapan diperut. Latihan untuk buang airku pun lebih lama
dari seharusnya, karena kamu terlalu sibuk, tapi akhirnya kita
berhasil bersama-sama. Aku ingat malam-malam ketika aku menggangumu di
tempat tidur, mendengar rahasia dan mimpimu, dan aku percaya bahwa
hidup sudah sangat sempurna.

Kita berjalan dan berlari di taman, naik mobil, berhenti untuk es krim
(aku hanya dapat cone karena, katamu, es krim tidak baik untuk anjing)
dan aku tidur lama di bawah matahari menunggumu pulang ke rumah di sore
hari. Secara bertahap, kamu lebih banyak meluangkan waktu di kantor
dan pekerjaanmu, dan lebih banyak waktu mencari pendamping. Aku
menunggumu dengan sabar, menenangkanmu ketika kamu patah hati dan
kecewa, tidak pernah mencaci keputusanmu yang jelek, dan bersorak
gembira menunggu kedatanganmu dan ketika kamu jatuh cinta.

Dia, istrimu bukanlah penyuka anjing, tapi tetap aku menyambutnya
ke dalam rumah kita, aku berusaha menunjukan kasih sayang dan
menurutinya. Aku senang karena kamu senang. Kemudian, bayi manusia
datang dan aku turut bahagia. Aku kagum warna bayimu, wanginya dan aku
juga ingin merawatnya. Hanya kamu dan istrimu takut aku akan melukai
bayi itu, dan aku menghabiskan waktuku di ruangan lain atau dalam
kurungan.

Oh, aku ingin menyayangi mereka, tapi aku menjadi "tawanan cinta". Dan
mereka mulai besar, aku menjadi teman mereka. Mereka menarik buluku
dan berdiri di atas kakinya yang lemah, mencolok mataku, melihat
kupingku dan memberiku ciuman di hidung. Aku suka semua tentang mereka
dan sentuhan mereka -- karena sentuhanmu sudah sangat jarang -- dan
aku ingin membela mereka dengan nyawaku jika perlu. Aku menyelinap ke
tempat tidur mereka dan mendengar kegelisahan dan mimpi mereka, dan
bersama-sama kami menunggu suara mobilmu datang.

Ada waktu, ketika orang bertanya apakah kamu memiliki anjing, kamu
akan memperlihatkan fotoku dari dalam dompetmu dan bercerita kepada
mereka tentang aku. Tahun-tahun belakangan ini, kamu hanya menjawab
"ya" dan mengubah pembicaraan. Aku telah berubah dari "anjing mu"
menjadi "hanya anjing" dan kamu tersinggung akan segala hal tentang
aku. Sekarang, kamu punya karir yang lebih baik di kota lain, dan kamu
serta keluargamu akan pindah ke apartemen yang tidak membolehkan hewan
piaraan. Kamu membuat keputusan yang tepat untuk "keluargamu" , namun
ada waktu dimana hanya akulah keluargamu.

Aku sangat senang ketika akhirnya kita pergi naik mobil, sampai
akhirnya kita tiba di penampungan hewan. Tempat itu berbau anjing dan
kucing, ketakutan, tidak ada harapan. Kamu mengisi formulir dan
berkata "Aku tahu kalian akan mencarikan tempat yang baik untuknya".
Mereka diam dan memberimu muka tanpa ekspresi. Mereka mengerti
kenyataan yang dihadapi anjing setengah baya, bahkan untuk yang
memiliki "surat". Kamu harus menarik tangan anakmu dari kalungku
sembari dia berteriak "Jangan ayah, jangan biarkan mereka mengambil
anjingku!" Dan aku kawatir tentang dia, pelajaran apa yang telah
engkau ajarkan tentang persahabatan dan kesetiaan, tentang kasih
sayang dan tanggung jawab, dan tentang menghargai hidup.

Kamu memberiku salam perpisahan dikepala, menghindari mataku dan
dengan sopan menolak membawa kalungku. Kamu punya tenggat waktu dan
aku rasa aku juga punya sekarang. Setelah kamu pergi, dua wanita baik
berkata kamu mungkin tahu beberapa bulan sebelumnya tentang
kepindahanmu dan tidak berusaha mencarikan aku rumah yang baik. Mereka
menggeleng dan berkata "Kenapa kamu bisa begitu ?"

Mereka perhatian kepada kami semampu jadwal sibuk mereka. Mereka
memberi kami makan, tentu, tapi aku kehilangan selera beberapa hari
yang lalu. Pertama kali, ketika orang lewat di depan kandangku, aku
cepat-cepat lari ke depan, berharap itu kamu yang berubah pikiran dan
berpikir semua ini hanya mimpi buruk.. atau aku berharap itu orang
yang peduli, orang yang mungkin menyelamatkanku. Ketika aku tahu aku
tidak bisa bersaing dengan bayi-bayi anjing yang lucu, aku mundur jauh
ke sudut dan menunggu.

Aku mendengar langkah kakinya ketika dia datang di sore hari, dan aku
mengikutinya di lorong ke ruang lain. Ruangan yang sepi. Dia
meletakanku di atas meja dan membelai kupingku dan berkata "Jangan
kuatir". Hatiku berdebar tentang apa yang akan terjadi, tetapi timbul
juga rasa lega. Tawanan cinta telah kehilangan hari-harinya. Dan
karena sudah sifatku, aku lebih kawatir kepadanya.

Beban yang dia tanggung sangat berat, dan aku tahu itu, sama seperti
aku tahu setiap keadaan hatimu. Dia dengan lembut meletakan turniket
(alat penghenti pendarahan) di kakiku sambil air mata turun ke pipinya.
Dia dengan sigap menyuntikan jarum ke nadiku. Sedang aku merasakan
tusukan, cairan mengalir di dalam tubuhku. Aku terbaring mengantuk,
melihat matanya dan berkata "Kenapa kamu bisa begitu ?"

Mungkin dia mengerti ucapan anjing, dia berkata "Maafkan aku" Dia
memelukku, dan berkata bahwa itu tugasnya untuk memastikan aku pergi ke
tempat yang lebih baik, dimana aku tidak ditelantarkan, atau disiksa,
atau diasingkan, tempat kasih sayang dan yang cahanya beda dengan
dunia ini.

Dan dengan kekuatan terakhirku, aku berusaha menghiburnya dengan
kibasan ekorku dan bahwa "Kenapa kamu bisa begitu ?" bukan untuknya.
Itu untuk kamu, tuanku tersayang, aku memikirkanmu. Aku memikirkanmu
dan menunggumu selamanya. Semoga semua orang dihidupmu terus memberimu
kesetiaan.

Catatan dari penulis :
Jika tulisan ini membuat anda menangis, seperti ketika aku menulisnya,
ini akibat bermacam cerita dari jutaan hewan peliharaan yang mati tiap
tahun di tempat penampungan. Setiap orang bebas mendistribusikan
tulisan ini untuk kepentingan non-komersil.
Gunakan tulisan ini untuk memberitahu masyarakan bahwa keputusan
menambah piaraan dalam keluarga adalah penting, bahwa hewan peliharaan
berhak atas kasih sayang dan perawatan, bahwa mencarikan rumah untuk
peliharaan adalah tanggung jawab anda dan bahwa hidup itu berharga.
Lakukanlah bagianmu untuk menghentikan pembunuhan, dan dukunglah
kampanye sterilisasi untuk mencegah hewan yang tidak diinginkan.

Wednesday, September 27, 2006

APAKAH DOA MENGUBAH SESUATU ?

Mereka mengatakan bahwa doa mengubah sesuatu,tetapi apakah doa SUNGGUH dapat mengubah segala sesuatu ?Ya! DOA SUNGGUH DAPAT MENGUBAH SEGALA SESUATU!

Apakah doa dapat mengubah suatu keadaan secara tiba-tiba ? Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah caramu memandang situasi tersebut!

Apakah doa mengubah kondisi keuanganmu dimasa depan ?Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kepada siapa engkau berharap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari!

Apakah doa mengubah hati yang hancur atau tubuh yang rusak ? Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah sumber kekuatan dansumberpenghiburanmu!

Apakah doa mengubah apa yang kau butuhkan dan inginkan ?Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kebutuhanmu menjadisesuaidengan keinginan Tuhan!

Apakah doa mengubah caramu melihat dunia?Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah dengan mata siapa kauakanmelihat dunia!

Apakah doa mengubah penyesalanmu di masa lalu?Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah harapanmu di masa depan!

Apakah doa mengubah orang-orang disekitarmu ?Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubahmu-masalah tidak selalu terletak dalam diri orang-orang disekitarmu!

Apakah doa mengubah hidupmu dengan cara yang tidak dapat kau jelaskan? Oh, ya, selalu! dan Doa akan benar-benar mengubah seluruh dirimu!

Apakah doa sungguh mengubah segala sesuatu ? YA, doa sungguh mengubah segala sesuatu.

Monday, January 17, 2005

Aku lagi bahagia karena.... CINTA

banyak orang dengan mudahnya mengatakan "i love you".....

namun berapa banyak orang yang tidak mengerti apa arti "love" yang sebenarnya...


banyak orang bilang kalau apapun akan dilakukan agar orang yang dia cintai bahagia....
tapi berapa banyak juga orang yang tidak sanggup melakukannya...


banyak orang bilang kalau ia akan mencintai orang yang dicintai dengan segenap hati....
namun berapa banyak juga orang yang justru malah menyakiti...


banyak orang bilang kalau cinta itu buta...tidak pandang siapapun....cinta bisa tumbuh kapan pun dimana pun juga...
tapi berapa banyak orang yang benar-benar lulus dari ujian cinta yang sejati...


banyak orang bilang kalau sudah disakiti sedemikian rupa, adalah bodoh bagi orang-orang yang sabar dan tetap menanti cinta itu kembali......
tapi kalau begitu...dunia ini butuh banyak orang bodoh...yang benar-benar mengerti arti cinta...dan tahan uji dalam proses pemurnian cinta yang sejati...


banyak orang bilang kalau cinta tak harus memiliki....
namun berapa banyak orang yang tetap berusaha memiliki cinta itu...


banyak orang bilang mereka sudah mengalami apa arti cinta sebenarnya....
namun berapa banyak orang juga yang belum pernah mendapatkan cinta...


ketika kita mencintai...akan datang saatnya untuk disakiti...dikecewakan...ada pula saat bahagia...
tapi berapa banyak orang yang sanggup untuk bertahan sampai akhir...


cinta adalah sesuatu yang sangat berharga....
yang berhak dimiliki oleh siapapun di dunia ini...


namun cinta seperti benih tanaman...yang harus dirawat...disiangi...diberi air...dan diberi pupuk....



ada kalanya cinta harus mengalami penderitaan
bak tanaman yang harus menerima terpaan badai hujan dan teriknya matahari...


ada kalanya cinta harus mengalami pengorbanan bak tanaman yang dipangkas ranting-rantingnya yang tidak berguna...


dan ada saatnya...dimana cinta akan tumbuh besar dan kuat...bak pohon yang besar dengan akar-akar kuat yang menusuk ke dalam tanah...tidak akan goyah diterpa goncangan apapun...dan siap untuk menghasilkan buah yang ranum....


siapkah Anda menerima cinta?


siapkah Anda diuji oleh kebenaran cinta?


siapkah Anda menderita dan berkorban demi cinta?


siapkah Anda sabar dan bertahan menunggu hasil dari proses cinta yang sejati?


saya siap...


-dari seorang yang pernah dan tak'kan berhenti mengalami cinta (pahit & manisnya)-